Kisah inspiratif kali ini datang dari tukang jahit sepatu bernama Jamaluddin Hamdan (49). Pekerjaan menjadi penjahit sepatu yang sudah delapan tahun dilakoni Hamdan, dan ia biasa mangkal di RH Plaza, Jalan Lapangan Terbang Kuching, Malaysia.

Setiap hari Hamdan pulang - pergi ke tempat mangkal menggunakan mobil sedan Camry miliknya. Selain itu ia juga sudah pergi menunaikan umrah bersama istrinya.

“Saya kerja sebagai tukang sepatu ni sebab ingin tolong orang, yang pertama tolong diri sendiri (cari duit) dan pekerjaan ini menghasilkan uang,’‘ katanya seperti dilansir Suara TV, baru-baru ini.

“(Paling penting) bisa tolong orang, sebab kalau sepatunya (terutama merek mahal) rusak sikit, tak perlu buang. Kalau kaya tak masalah lah.”

Perlengkapan yang di bawa Hamdan saat bekerja hanyalah peralatan jahit sepatu dan sebuah kursi kayu sebagai tempat duduk menunggu pelanggan.

“Rezeki Allah yang bagi (yang penting) lakukan salat, terutama salat sunat Dhuha antara Subuh dan Zohor mohon agar rezeki dimurahkan.’‘

“Kerja apapun tapi kalau tak salat, rezeki yang diperoleh tidak akan rasa nikmat. Sebab kalau lupakan satu waktu (salat) akan rugi seribu waktu yang penting mohon pada yang Esa dan kita jangan sombong dan congkak.”

“Tukang sepatu ni kadang-kadang dipandang sebelah mata. Anak muda sekarang lebih suka kafe rata-rata tak mau kerja kotor macam ini.’‘

“Mungkin karena mak (dan) bapa mereka dari kalangan orang senang, jadi mereka pagi buka tangan (minta duit) pada ayah, petang buka tangan pada mak. Sebab itu mereka (anak) rasa tak payah kerja.’‘

“Kalau nak kata kotor memang lah kotor, mungkin sebab itu remaja zaman sekarang malu kerja macam ini.”

Bagi Hamdan, apapun kerja yang dilakoni asal halal tidak perlu malu dan harus bersyukur berapapun hasil yang di peroleh. Selain itu perbanyak ibadah agar pintu rezeki selalu di buka lebar.

Berikut ini video lengkapnya: